Mengenal Manfaat Tepung Ganyong

tepung ganyong
Salah satu jenis tanaman yang memiliki potensi baik untuk tumbuh di Indonesia adalah jenis tanaman umbi-umbian. Jenis tanaman ini banyak tumbuh karena iklim dan kondisi tanah di Indonesi sangat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman tersebut. Salah satu dari jenis umbi-umbian yang tumbuh dengan baik di Indonesia tersebut adalah tanaman umbi ganyong. Ganyong termasuk ke dalam tanaman yang tumbuh dalam jangka waktu dwi tahunan (dua musim) atau sampai beberapa tahun. Hanya saja setelah masa aktifnya, tanaman ini akan mengalami masa istirahat, ditandai dengan daunnya yang mengering, kemudian tanamannya hilang sama sekali dari permukaan tanah (tidak tumbuh). Tanaman umbi ganyong memang tidak sepopuler jika dibandingkan dengan ubi kayu atau ubi jalar, yang selama ini pemanfaatannya juga hanya sebatas direbus atau digoreng. Proses pengolahan umbi ganyong yang sudah mulai dikembangkan sekarang ini adalah tepung ganyong.


Permasalahan yang mendasar dalam pengolahan umbi ganyong menjadi tepung ganyong adalah ketersediaan bahan baku yang masih kurang. Pada saat ini jumlah produksi ganyong pun belum diketahui secara pasti karena penanamnya belum dibudidayakan dengan baik. Padahal bila diperhatikan umbi ganyong termasuk bahan pangan non beras yang cukup bergizi tinggi, khususnya kandungan fosfor, kalsium, dan karbohidrat. Ganyong memiliki komponen kimia berupa serat pangan dengan kadar yang cukup tinggi sehingga sangat baik dicerna oleh usus bayi atau orang yang sakit. Cara membuat tepung ganyong dengan kualitas baik adalah menggunakan cara basah, yaitu dengan cara mengendapkan pati ganyong yang telah dikeringkan sebelumnya menggunakan oven atau sinar matahari. Dengan mengolahnya menjadi bentuk tepung, maka dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk berbagai produk olahan pangan, salah satunya adalah bubur instan.

Bubur instan adalah produk bubur yang memiliki komponen penyusun bubur yang bersifat instan dan memiliki tekstur lunak sehingga mudah untuk dicerna oleh usus. Bubur instan ini termasuk ke dalam jenis pangan instan yang disajikan dalam waktu relatif singkat. Kebanyakan jenis pangan instan terdapat dalam bentuk kering (konsentrat) dan mudah larut walau hanya ditambah dengan air hangat atau air dingin saja. Bahan baku utama untuk membuat bubur adalah karbohidrat, yaitu yang diperoleh dari tepung ganyong dan beberapa bahan campuran seperti beras merah, kacang hijau, santan, susu, dan lain-lain. Setelah itu, proses selanjutnya adalah melakukan instanisasi terlebih dahulu pada beberapa komponen penyusun bubur. Proses instanisasi dilakukan dengan memasak biji-bijian atau komponen penyusun yangtelah berbentuk tepung menjadi sebuah adonan kental. Campuran adonan ini kemudian dikeringkan menggunakan alat pengering. Hasil dari pengeringan ini lalu dihancurkan dengan pisau sehingga menghasilkan bubuk bubur instan berukuran 60 mesh. Sebaiknya, untuk memperpanjang umur simpan dari bubur instan, simpanlah pada wadah tertutup rapat.

Credit image : sehatnews.com